Saturday, August 20, 2016

Pelatihan Penyelarasan Santri "PSDMD"



      Pelatihan Penyelarasan Santri PSDMD periode ke-5 di Puncak gunung Arjuno Jawa Timur, Alhamdulillah berjalan dengan hikmat dan lancar.

      Assalamu’alaikum Wr_Wb , Salam Kasepuhan , Sugeng Rahayu Kinasih Sagunging dumadi, Salam salim serta santun Kami Para Santri PSDMD(Padepokan Suksmo Djagad Manunggal Djati) kepada pembaca artikel yang budiman.
Pada tanggal 13 Mei 2016 PSDMD menyelenggarakan Pelatihan Penyelarasan di gunung Arjuno Pasuruan Jawa timur, ada juga sebagian melakukan penyelarasan di Alas Purwo Banyuwangi Jawa Timur, dan ada pula ke G.Kombang Pantai Ngliyep Malang Jawa Timur, ada pula yang dilakukan penyelarasan di Alas Njaten daerah Sunan Derajat perbatasan Gresik Lamongan Jawa Timur dll. Semuanya yang di ikuti para santri  bersama para yang sudah masuk dalam kategori santri ahli dalam bidang Medis dan Non Medis antara lain:
Diatas adalah foto Penyelarasan Santri Ahli Spiritualis dan Supranaturalis waktu di G. Arjuno Pasuruan Jawa Timur antara lain sebagai berikut :
 ( dari kiri atas)
1-       Taufik Baihaqi           Gelar : Dimas Asto Gino Asal : Sidoarjo Jawa timur .
2-       Abdus Syafi               Gelar: DenMas Tirto Laras Wicaksono Asal : Madura Jawa Timur.
3-      Sayyidno                     Gelar : Sayyid Ahamad Sanyoto Asal : Cilacap Jawa Tengah
4-      Wakhid dengan           Gelar : Dimas Tirto Kusumo / Gus Wakhid Asal : Lamongan Jawa Timur.
(dari Kiri Bawah)
5-      Dona Aci                     Gelar : Ki Guntur Djagat Lelono / Mbah Gandreng Asal : Gersik Jawa timur .
6-      Sugianto                      Gelar : Dimas Syodho Ronce Asal : Jombang Jawa Timur.
7-      Guru Besar PSDMD               Ki Ageng Selo/Gus Madjid .
8-      Ahmad Novi               Gelar : Nur Mahmudi Asal : Jombang Jawa Timur . ( Penulis )
9-      Dedi Ari                      Gelar : Dimas Brojo Sewu Asal : Sidoarjo Jawa Tengah.

Sebelum acara penyelarasan di adakan atau Pra Penyelarasan ilmu tingkat tinggi PSDMD ini ada beberapa tahapan lelaku yang di jalani yakni mulai dari puasa,kungkum,dan tidak tidur(ngebleng)dll.
Dari sebagian santri-santri PSDMD yang mengikuti proses penyelarasan ke ilmuannya,  awal tugas lelakunya sebelum penyelarasan ada tempat-tempat tersendiri yang di pilih bagi para santri lantas di restui oleh Guru besar kami ,ada yang di sungai, ada yang di bawah Dam, dan ada juga di tempat pemandian(sendang) dll . Sebagian perlengkapan ritualpun sudah disiapkan, dupa siap dinyalakan untuk menambah suasana laku nepi tambah mantap.
saat laku kungkum kata Mas Quaes dan Mas Jahidin hadddeeeeeccchhhh..!!! dinginnya sampek meresap ke tulang-tulang. Dan energi air yang mengalirpun sangat-sangat terasa..Subhanalloh meskipun begitu dingin yang terasa tak akan mengurungkan niat para santri agar semampu mungkin untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya menuju penyelarasan.
Pada tanggal 12 maret 2016 kita melakukan ritual Prapenyelarasan, sebelum berangkat kita sowan ke padepokan SUKSMO DJAGAT MANUNGGAL DJATI untuk mendengarkan wejangan guru besar kami(Ki Ageng Selo/Gus Madjid) maka kamipun disuruh membentuk beberapa team, setelah kami membentuk beberapa team.., lantas Guru besar kami memberi pesan kepada kami, kata Guru kami : “Mangke ten mriko ampun sare,kudu saling waspodo wonten tlatah keadaan sekitar,menawi wonten menopo-menopo mboten sah gampang wedi , ojo gampang ngaleh yen kuwi ora mblaeni jiwo lan rogo Panjenengan sami,di usahakke tetep tenang,kang penting podo njogo rencang-rencangingipun antara adik kakak seperguruanipun, lajeng keris-keris niku mangke njenengan tancepaken ampun ngliwati jam kale welas”...(Nanti disana jangan tidur, harus saling waspada di keadaan sekitar, jangan mudah takut, jangan mudah untuk berpindah-pindah tempat, apapun yang terjadi sebatas hal tersebut tidak membahayakan jiwa dan raga kalian semua, apapun yang terjadi dimohon tetap tenang yang penting harus bisa saling menjaga antara adik kakak seperguruannya, terus keris-keris itu ditancapkan jangan sampek melewati jam dua belas malam), kami pun menjawab : Sendiko dawuh Gus..!(iya Gus akan kami laksanakan). Lantas kami berdo’a bersama dengan dipimpin Guru besar kami dan akhirnya team dari kamipun berangkat bersama-sama.
Kebetulan Team yang berpencar Pra penyelarasan dalam artikel ini terdiri dari : Denmas Tirto Laras Wicaksono/Mas Syafi, Dimas Astogino/Mas Taufik, Dimas Syodho Ronce’/Mas Sugik, Mas Quaes, Mas Jahidin dan saya sendiri yakni penulis artikel ini Nur Mahmudi/Ahmad Novi waktu menunjukkan pukul 20:00. Alhamdulillah kami sampai tujuan pukul 21:25 sejenak kami berhenti di warung-warung(kedai) sekitar sebelum sampai dilokasi tujuan ritual.
Waktu menunjukkan sudah pukul 22:00 kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju tempat ritual dan akhirnya sampai juga di lokasi ritual dan waktu menunjukkan sudah pukul 22:45 karena lokasi di sekitar lereng gunung jadi lumayan naik.
Denmas Tirto Laras dan Dimas Astogino menggelar tikar/alas untuk duduk, sedangkan mas Jahidin dan Dimas Syodho Ronce’ menyiapkan perlengkapan ritual antara lain Hio(dupa) minyak wangi, sajadah Jubah(baju gamis) dll untuk persiapan ritual sebelum dimulai. Hio sudah dihadapan saya karena sudah di siapkan mas jahidin dan Dimas Syodho Ronce’, saat dupa saya dan Mas quaes buka perlahan keadaan suasana ada yang aneh angin tiba-tiba berhembus kencang berputar seperti angin lisus atau tornado ,yang itupun hanya diatas kami angin tersebut berkumpul dalam pusarannya. Saya dan Denmas Tirto Laras, Dimas Astogino, Dimas Syodho Ronce’ melihat pohon sekitar yang kira-kira jaraknya tidak jauh dari tempat kami itu tidak ada gerakan atau bergoyang tertiup angin ,tiada satupun daun dan ranting yang diterpa angin kecuali persis yang ada di atas kami, karena kejadian tersebut maka dedaunan dan ranting-rantingpun berjatuhan , akan tetapi anehnya lagi begitu banyak daun dan ranting saling berjatuhan, akan tetapi satu helai daun dan seonggok ranting yang berjatuhan itu tidak satupun mengenai tubuh kami atau jatuh ke tempat kami atau alas tempat dimana kami gelar itu, menjelang melakukan prosesi ritual tersebut , padahal kami disitu terus berusaha agar  tetap tenang dan tidak bergeser atau ingsut dari tempat tersebut. Dalam hati saya..”Alhamdulillah alam sekitar sudah menyambut kedatangan kami”.
Lepas dari kejadian sambutan dari alam sekitar itu,lantas  kamipun mulai membakar Hio / Dupa, dan sayapun mulai membaca doa yang telah di ajarkan oleh Guru kami setelah itu keris-keris di tancapkan dan dupa ditancapkan mengelilingi tempat kami. Perlengkapan sudah siap semua, kamipun mulai menggelar prosesi ritual , salah satunya mewirid /ber dzikir suatu amalan yang sebagian dari penyelarasan nanti. Waktu sudah pukul 02:40 sejenak kami bersantai-santai sambil nyemil makanan yang kami bawa dan bersenda gurau dengan keadaan alam yang tenang dan sunyi, hawa dingin mulai turun kamipun mulai mencari ranting-ranting pohon dan dedaunan kering untuk buat api unggun.
Subhanalloh nikmatnya keadaan waktu itu di alam bebas yang penuh hal-hal di luar akal logika kami, dari angin yang cuma berhembus diatas kami berkumpul,keris yang jatuh sendiri, dan selang beberapa waktu kemudian ada sms dari Ki Guntur Djagat Lelono/Mbah Gandreng, kalau Guru kami mengetahui bahwa ada salah satu keris kami ada yang jatuh atau roboh selang beberapa waktu setelah keris kami tancapkan ke tanah tadi, lantas ada suara kaki orang berjalan di daunan kering, dan suara itu semakin lama semakin terasa mendekat , karena hal tersebut mengganggu pemikiran kami , maka kami putuskan untuk melihat secara mendalam ada apakah gerangan yang terjadi, sejenak kita berempat pun berdiam layaknya melakukan acara ritual semedi dan membaca amalan-amalan tertentu(mohon maaf bacaan amalan tidak bisa kami sebutkan secara real) yang sudah di bekali oleh Guru kami , Subkhanalloh... maka seketika itu tampaklah dalam penglihatan mata batiniah kami hingga terasa betul-betul dhohir dlm pandangan mata bashir kami bahwa ada suatu Makhluq akstral yang dari kalangan kerajaan, karena kita mengetahui akan hal itu maka serentaklah kita menyapa mahluq tersebut dengan ucapan Ssalamu’alaikum ya... ahlal ghoibi dst...(bahasa ringan untuk sebuah sapaan dengan makhluk tak kasat mata tersebut) lantas berdialog sejenaklah kami dengan makhluq akstral tersebut, singkat kata dalam peristiwa ini si makhluk astral meminta untuk merestui dan mendoakan dirinya agar makhluk tersebut terhindar dari mala petaka di dalam perjalanannya. karena makhluk tersebut dalam perbincangan sewaktu kita berdialog tadi beliau mengatakan bahwa mendapatkan titah dari baginda raja beliau untuk ke condro dimuko(mohon maaf para pembaca sekalian karena ini menyangkut privasi makhluk astral tersebut kami tidak bisa menceritakan secara detail siapakah dan apa tujuannya ke condro dimuko itu).
Tanpa terasa waktu berlalu, kabutpun sudah mulai tampak tebal dan waktupun Sudah menunjukkan pukul 03:00 Denmas Tirto Laras dan Dimas Syodho Ronce’mengajak turun ke pemandian untuk melakukan ritual kungkum. Kamipun bergantian turun ke pemandian tempat kungkum(berendam), setelah semua selesai kungkum kami berkumpul lagi untuk melaksanakan sholat subuh, sambil menunggu terbit matahari. Begitupun seterusnya hingga kami selesai 3hari 3malam.
Setelah kami berempat selesai prosesi ritual pra penyelarasan selama 3 hari lantas kita kembali pada Guru besar kami di Padepokan.
Sementara sekelumit cerita ini kami tulis..nanti ada lagi cerita-cerita pengalaman penyelarasan di Gunung Arjuno selanjutnya dari santri-santri PSDMD lainnya.
Salam Budaya Dan terimakasih sudah membaca pengalaman saya di PSDMD
  
                                                                    Penulis By : Santri PSDMD Pra penyelarasan kami ber enam.

Tuesday, June 30, 2015

Kemajemukan PSDMD

   Assalamu'alaikum Wr-Wb
    Alkhamdulillah Kami Jama'ah PSDMD bersama IPI mengadakan Gelar Budaya dan  Pameran Batu Akik Nusantara juga Supranatural ini yang  dihadiri 30 Paranormal se Indonesia terselenggara sukses, hingga ada tinjauan dan sekaligus acara kami dibuka oleh beliau langsung yakni Bapak Bupati Sidoarjo H. Saifullillah dan Bapak Wakil Bupati Bpk H. Sucipto di Balai Pariwisata Disporabudpar Sidoarjo.
 alkhamdulillah dapat aplous dan mengena pada Masyarakat se Sidoarjo, syukur Alkhamdulillah Kami  Bersama Kawan-kawan mencoba berinteraksi langsung dengan Masyarakat Sidoarjo Khususnya utk mengenalkan sesuatu Ilmu Alloh SWT dan terutama Budaya warisan dari nenek moyang kita dahulu dengan tidak menyimpang dari norma dan kaidah - kaidah agama apapun.

   wal hasil Masyarakat Sidoarjo ini bahkan tidak jarang pengunjung yang datang dari luar kota Sidoarjo antara lain dari,Kediri ,Jombang, Banyuwangi Hingga Pacitan ini yang sengaja datang jauh-jauh hanya untuk menikmati dan melihat secara langsung apa dan bagaimana sepak terjang waktu ATRAKSI  IPI berlangsung yang Atraktif dan Fantastis ini, ada Seru...!! menegangkan... ada juga Atraksi yang Hingga mengocok perut para pengunjung semua , salah satu contoh yang saya  ulas ini disaat Atraksi Gendam yang di pertunjukkan oleh Mbah Macan Putih ( Gus Fud ) dan kolaborasi dgn team PSDMD juga Paranormal lainnya seperti KI Joni Asmoro Surokarto, Gus Nur Mediun Gus Madjid sidoarjo, Suhu Indera , Gus Eko Sidoarjo KRHT Ruspudio Dipuro Solo Nenek Dewi Tarot Jakarta, Gus Dedy Gresik , Suhu Ming Dju Surabaya,Gus Solikhin Ponorogo dll . dan dengan adanya beliau semua masyarakat Sidoarjo khususnya jadi sangat-sangat terhibur sekali dan hingga penutupan kami pun banyak yg bertanya kapan akan diadakan acara seperti ini lagi.. ujar dari beberapa pengunjung... dan ia berkata..: sayang  sekali..kami ini banyak yang tidak tahu bahwa ada acara yang spektakuler Live seperti ini, Ujar mereka, karena kami hanya berdasarkan perbincangan tetangga kami yang sudah datang saja, iklan ,spanduk , brosur atau pengumuman bahwa di sini mengadakan acara spt ini sangat minim ,betul-betul sangat disayangkan. itu ujar salah satu dari pengunjung.

    Nah... setelah ada antusias me dari Masyarakat seperti ini, IPI berniat akan mengadakan Tour Se Indonesia sekaligus mensosialisasikan dampak Pengaruh dari Narkoba, dan sekaligus penanganan dan pengobatannya, maka dari itu Gus Kholiq Waseso Puro ( Ki Bagus Tondo Negoro ) selaku Ketua Umum IPI se Jatim Ini bekerja sama dengan BNN untuk memerangi penyakit dan budaya nyimpang Masyarakat khususnya kaula muda ini dengan perlahan - lahan agar meninggalkan Budaya Asing yang lebih cenderung negatif seperti NARKOBA  ini ,yang sangat-sangat tidak ada untungnya bagi masyarakat ataupun bagi diri kita sendiri, oleh sebab itu.. dengan melalui mengenalkan budaya bangsa Indonesia tulen yang sudah hampir punah ini,  Kami Jama'ah PSDMD beserta IPI ( Ikatan Paranormal Indonesia ) akan terus berkiprah demi terciptanya Indonesia yang sehat , bersih Hatinya , sehat Akal dan fikirannya, untuk maju terus agar dipanadang dunia Internasional sebagai Negara kesatuan yang terbebas dan Anti NARKOBA , itulah pergerakan kami selaku pelaku-pelaku Ilmu Alloh yang akan selalu membuktikan bahwa Alloh SWT itu Nyata adanya , kami dakwah melalui pembuktian, sikap dan perbuatan yang Riel, karena bagi kami berdak'wah bukan hanya di suatu mimbar atau podium saja , melainkan bermacam -macam cara , dan dak'wah kami yakni melalui Seni,Budaya, Ilmu Pengobatan dll.

    Karena ujar salah satu Guru besar IPI ini bahwa Seni Budaya Supranatural ini sudah ada sejak zaman Nabi hingga Para Wali- wali Alloh yang Agung, maka dari itulah kita harus bisa menguri-uri atau menjaga dan melestarikan Budaya bangsa ini... karena jika tidak... maka berhentilah sampai disini , yang dulu para Nabi hingga poro wali terus menjaga dan melestarikan Adat Seni dan Budaya itu.

    karena jika tanpa adanya Adat Seni dan Budaya di Indonesia ini, maka tidak akan mungkin kita sekarang mengenal dan memeluk Agama , terutama Agama Islam itu sendiri, karena dengan kegigihan perjuangan beliau para wali Alloh lah , hingga kita bisa mengerti ,mengenal dan faham apa itu agama Islam hingga sekarang.

   ini dikarenakan dengan masuknya Tauhid, tertanamnya iman, dan pengetahuan tentang pedoman Islam, di tanah air ini, Para Wali berdak'wah dengan jalur yakni pengenalan lewat Budaya, Adat, dan Seni,Pribumi dan itulah salah satu jalur dakwah para Wali Alloh dan para arifin billah.

   Oleh sebab itu mari wahai saudara-saudariku sekalian , mari kita tanamkan pada diri kita utk tanah air kita , tanyakan pada hati Nurani kita, sudahkah kita menyumbang sesuatu utk kedamaian tanah air kita,sudahkah kita menyumbang sesuatu untuk kemajemukan bangsa kita, sudahkah kita menyumbang untuk melestarikan Adat , Seni dan Budaya Negeri kita... atau Sudahkah kita menyumbang hasil karya motifasi budi pekerti yang luhur untuk anak cucu kita nanti...

 mungkin cukup untuk pembahasan kali ini, salam ku pada pembaca dan yang sdh masuk pada link alamat web ini.
Wassalamu'alaikum Wr-Wb
Rahayu..Rahayu...Rahayu... Salam Sejahtera bagi kita semua.

By : PSDMD
 ( Ki Ageng Selo )
     Gus Madjid

Monday, June 22, 2015

Ki Ageng Selo 
( GUS MAJID )

بِسْمِ اللهِ الَّرَحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلآمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَر َكَاتُهُ 

      Manusia wajib berikhtiar semua itu hanya Alloh yang akan menentukan. Dengan izin Alloh, Insya Alloh kami bisa mengatasi berbagai macam masalah anda dari segi medis ataupun non medis, dan kami juga membuka dan melayani pembelajaran hingga Anda menjadi ahli Spritualis dengan jarak jauh ataupun jarak dekat.

# METODE TERAPI PENGOBATAN MEDIS      :
     Flash Terapi (Terapi Listrik), (Reefresh), Totok Saraf, Gurah Vokal, Gurah Hidung, Gurah Mata, Pijat Refleksi, Akuphunktur, Dll…

# PENGOBATAN MEDIS               :
     Asam Urat, Asam Lambung, Liver, Sesak Nafas, Insomnia, Asma, Stress, Kolestrol, Stroke, Diabetes, Darah tinggi / rendah, Ginjal, Paru – paru, Keputihan, Vertigo, Migrain, Polip, Sinositis, Jantung Koroner, AIDS, Kista, dll…

# PENGOBATAN NON MEDIS                :
     Back'up Cabub Cawabub, Cagub Cawagub, calon MPR, DPR calon Kepala Desa dll, Buang Santet, Buang Susuk, Kasus Perjodohan, Kasus Rumah Tangga, Konsultasi Pribadi, Usaha, Kewibawaan, Kekebalan, Pelarisan, Transfer Inti Tenaga Dalam dan Inti Kanuragan, Buka Aura, Scrub + Faical, Totok wajah Totok Aura, Ruwatan, Pagar Badan, Pagar Rumah, Pagar Usaha, Pagar Pabrik, Tumbal Pabrik, Kasus Tender, Kasus Pemilihan , dll…
Anda tlp kami datang, kami siap melayani panggilan dan melakukan Terapi Pengobatan di rumah anda. 
           
 Hub  No  :
                        Gus Majid :  087758100345  / 082143314149
.                     ki.agengslo@yahoo.com  / Pin BB 7FAAFA08 

وَالسَّلآمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Friday, November 22, 2013


MENGENAL DIRI SENDIRI ADALAH KUNCI UNTUK MENGENAL TUHAN

Sebagaimana yang diketahui, bahwa ajaran A
khwal (suatu perolehan dengan karunia) dan maqom(suatu perolehan dengan usaha) yang semuanya itu ditujukan untuk memperbaiki akhlak. Sedang tujuan perbaiki akhlak ( cara Syari’at) , ini adalah niat yg bertujuan untuk membersihkan qalbu, yang berarti mengosongkan dari sifat sifat yang tercela (Mazmumah) kemudian mengisinya dengan sifat sifat yang terpuji dengan cara Berzikir dan memuja dan memuji dengan jalan( Tarikat/ Thoriqot ) yang selanjutnya beroleh kenyataan Tuhan TAJALLI yaitu cara ( Hakikat ).yang lalu ia melatih dan terus melatih untuk menilik rahasia yg terkandung didalam Dirinya dan membongkar semua Rahasia yg ada dalam Dirinya hingga tercapailah suatu Martabat yg bernama ( Ma’rifat ) Dengan demikian maka dapatlah difahamkan bahwa jalan untuk mengenal ALLAH ,tidak dapat ditempuh dengan sekaligus,tetapi adalah sesuai dengan peribadi masing masing yaitu harus ditempuh secara bertingkat tingkat. Pada tingkat untuk memasuki Ilmu Hakekat dan Ilmu Ma’rifat, berarti memasuki suatu jalan pengetahuan yang bertujuan untuk mengenal sesuatu itu dengan cara bersungguh sungguh, dan ke empat jalan ini tidak boleh terpisah bercerai berai antara Maqom atau Martabat yg satu dengan yg lain, dan ini para Ulama’ Syuhadah’ menyebutnya jalan ( TASAWWUF ) siapakah yang menjadikannya dan siapakah yang menciptakan sekalian itu. Ilmu Tasawwuf meringkaskan jalan pengetahuan ini dengan berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang bermaksud ”Barang siapa yang mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya.”

MENGENAL DIRI SENDIRI
Langkah pertama untuk mengenal diri sendiri ialah dengan mengetahui bahwa diri itu tersusun dari bentuk-bentuk lahir (yang disebut badan atau jasad) ini terkandung dalam surah Alfatekhah , dan bentuk-bentuk bathin  dan ini terkandung dalam Surah_ Al Ikhlas (yang disebut qalbu atau jiwa / Suksma atau yg menjalani dan menerima ilmu Alloh). Yang dimaksudkan dengan Qalbu itu bukanlah yang berupa segumpal daging yang berada disebelah kiri badan di bawah susu (yang dikatakan jantung). Tetapi dialah Roh suci dan berpengaruh di dalam tubuh dan dialah yang mengatur jasmani dan segenap anggota badan. Dialah Hakikat Insan Allah (yang dinamakan diri yang sebenarnya diri). Dialah yang bertanggung jawab dan dialah yang dipuji atau disiksa oleh Allah SWT.

Untuk meneliti dan mengenal diri sendiri itu, maka jasad dapat dimisalkan sebagai suatu kerajaan. Dan roh sebagai Rajanya yang berkuasa dan dialah yang mengatur jasmani. Jasmani adalah sebagai suatu Kerajaan dalam bentuk Alamuasyahadah atau Alam Nyata. Seluruh badan jasmani akan hancur binasa setelah mati, tetapi hakikat Roh dan jiwa tidak akan mati, ia tetap tinggal dalam Ilmu Allah. Dan Rohani / Jiwa atau Suksma  adalah sebagai Raja dalam bentuk Alam Ghaib, maksudnya bahawa Roh / Jiwa dan Suksma itu adalah ghaib, keadaannya tidak terpisah-pisah, tidak terbatas oleh waktu dan ruang, tidak tentu tempatnya dalam sesuatu bahagian tubuh, oleh kerana itu maka setiap manusia adalah merupakan pemerintah di atas kerajaan kecil didalam dirinya sendiri. Sungguh benar sekali istilah yang menyebutkan bahawa ”Manusia itu adalah mikromos” atau dunia kecil dalam dirinya sendiri.

Sebahagian orang berpendapat bahwa hakekat Qalbu atau Roh itu dapat dicapai dengan cara memejamkan kedua matanya serta melupakan segala yang ada di sekitarnya, kecuali peribadinya. Dengan cara begitu akan dapat juga kilauan dari alam abadi kepada peribadinya (dalam mengenal dirinya). Tetapi bagaimanapun juga segala pertanyaan yang mendalam tentang hakikat Roh yang sesungguhnya, adalah tidak diizinkan oleh Allah Yang Maha Esa. Didalam Quran Allah berfirman: ”Mereka itu bertanya kepada Engkau Muhammad, tentang Roh, katakanlah bahwa Roh itu urusan Tuhanku, tidak kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit saja” .(S. Isra 85) . Apabila seseorang bertafakur atas dirinya sendiri, maka ia akan dapat mengetahui bahawa dirinya itu pada masa dahulunya, ”tidaknya pernah ada”. Firman Allah: ”Tidaklah manusia itu ingat bahawa kami menjadikannya dahulunya sedang ia belum ada suatu apapun”. Kemudian manusia itu akan mengetahui bahawa ia sebenarnya dijadikan dari setitis air (mani) yang tidak mempunyai akal sedikitpun, tidak mempunyai pendengaran, penglihatan, kaki, tangan, kepala dan sebagainya. Dari sinilah manusia akan mengetahui dengan terang dan nyata, bahawa tingkat kesempurnaan yang ia dapat capai bukanlah ia yang membuatnya, kerana sehelai rambut pun manusia itu tidak akan sanggup membuatnya.

Dengan jalan memikirkan hal tersebut diatas maka manusia itu dapat menemukan dirinya di dalam kejadian yang sangat kecil bila dibandingkan dengan Kekuasaan dan Kasih-Sayangnya Tuhan yang menjadikannya. Dan apabila manusia itu berfikir jauh maka ternyata didalam kehidupan ia memerlukan berbagai macam keperluan seperti makanan, pakaian, perumahan dan sebagainya ,yang kesemuanya itu telah tersedia lengkap didalam muka bumi ini. Disini manusia akan menjadi s
adar akan sifat Rahman dan Rahimnya Allah yang begitu besar dan luasnya. Demikianlah alam dunia yang diciptakan Allah penuh dengan keajaiban keajaiban. Rangka jasad adalah bukti Kekuasaan dan KebijaksanaanNya dan penuh pula dengan berbagai-bagai alat kelengkapan yang dibuatNya sebagai tanda Kasih Sayang-Nya, pada keperluan hidup manusia, maka oleh kerana itu manusia akan mengetahui bahawa Allah itu ”ADA”. Oleh kerana itu benar-benar bahawa dengan penelitian dan pengenalan diri sendiri akan menjadi kunci bagi pengenalan Allah.

MENGENAL ALLAH
Bahagian yang penting dalam mengenal ALLAH, datangnya dari perbuatan perbuatan kita bagi mempelajari dan meneliti serta memikirkan diri sendiri, yang memberikan kepada kita kekuatan,kepandaian dan mencintai ciptaanNya. Sifat sifat manusia, bukan hanya menjadi gambaran dari sifat sifat ALLAH, tetapi juga ragam adanya jiwa manusia membawa keinsafan kepada pengertian adanya ALLAH. Maksudnya bahawa kedua duanya iaitu ALLAH dan ROH adalah ghaib, tidak terpisah, tidak terbilang, tidak berupa, tidak berbentuk, tidak berwarna dan tidak berukuran.

Manusia mendapat kesukaran dalam menerima gambaran tersebut, Tetapi kesukaran kesukaran itu sememangnya dirasakan oleh fikiran kita setiap masa seperti perasaan marah,sakit ,gembira dan cinta.Hal ini merupakan faham fikiran dan tidak dapat diketahui oleh otak kerana disebebkan oleh bentuk-dan ukurannya. Seperti halnya, telinga tidak dapat mengenal warna, mata tidak dapat mengenal suara dan begitu pula dalam mengertikan kenyataan kenyataan pokok yakni Tuhan dan Roh, Kita sendiri hanya dapat sampai pada batas batas yang dapat dicapai oleh akal fikiran dan selebihnya akal fikiran kita tidak sanggup lagi memikirkannya sebegitu jauh. Betapapun juga ,kita dapat melihat bahawa ALLAH itulah yang mengatur alam semesta dan Dia adalah tidak mengenal ruang dan waktu, tidak mengenal bentuk dan ukuran, yang memerintah segenap perkara demikian keadaannya.Sebagaimana yang telah dihuraikan,, ”ROH” tidak mempunyai tempat tertentu dalam sesuatu bahagian badan, tidak terpisah pisah,tidak mengenal bentuk dan ukuran tetapi ia memerintah “JASAD”. Demekianlah ALLAH, tidak mengenal ruang dan masa,tidak mengenal bentuk dan ukuran tetapi DIA memerintah Alam Semesta. Itulah Tuhan Yang Esa,Maha Kuasa,Maha Besar dan Maha Agung. untuk pertanyaan lebih lanjut silahkan merujuk dan bertanyalah pada Guru yang Tarikat, Hakikat , Ma'rifat lagi Mursyid .



Tuesday, November 12, 2013

Pengobatan Medis Non Medis

Ki Ageng Selo 
( GUS MAJID )

بِسْمِ اللهِ الَّرَحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلآمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَر َكَاتُهُ 

      Manusia wajib berikhtiar semua itu hanya Alloh yang akan menentukan. Dengan izin Alloh, Insya Alloh kami bisa mengatasi berbagai macam masalah anda dari segi medis ataupun non medis, dan kami juga membuka dan melayani pembelajaran hingga Anda menjadi ahli Spritualis dengan jarak jauh ataupun jarak dekat.

# METODE TERAPI PENGOBATAN MEDIS      :
     Flash Terapi (Terapi Listrik), (Reefresh), Totok Saraf, Gurah Vokal, Gurah Hidung, Gurah Mata, Pijat Refleksi, Akuphunktur, Dll…

# PENGOBATAN MEDIS               :
     Asam Urat, Asam Lambung, Liver, Sesak Nafas, Insomnia, Asma, Stress, Kolestrol, Stroke, Diabetes, Darah tinggi / rendah, Ginjal, Paru – paru, Keputihan, Vertigo, Migrain, Polip, Sinositis, Jantung Koroner, AIDS, Kista, dll…

# PENGOBATAN NON MEDIS                :
     Back'up Cabub Cawabub, Cagub Cawagub, calon MPR, DPR calon Kepala Desa dll, Buang Santet, Buang Susuk, Kasus Perjodohan, Kasus Rumah Tangga, Konsultasi Pribadi, Usaha, Kewibawaan, Kekebalan, Pelarisan, Transfer Inti Tenaga Dalam dan Inti Kanuragan, Buka Aura, Scrub + Faical, Totok wajah Totok Aura, Ruwatan, Pagar Badan, Pagar Rumah, Pagar Usaha, Pagar Pabrik, Tumbal Pabrik, Kasus Tender, Kasus Pemilihan , dll…
Anda tlp kami datang, kami siap melayani panggilan dan melakukan Terapi Pengobatan di rumah anda. 
           
 Hub  No  :
                        Gus Majid :  087758100345  / 082143314149
.                     ki.agengslo@yahoo.com  / Pin BB 7FAAFA08 


وَالسَّلآمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sunday, November 10, 2013

Hakikat Dzikir dan kalimat Taukhid

" لا "

(LA)
Berawal  dari huruf   
" لا "  (LA) itu adalah martabat dzat semata mata atau bisa dinamakan juga martabat “                لا تعيان  (LATA’YAN) pada peringkat ini belum awal belum akhir, Belum ada matahari dan belum jadi sesuatu apapun dalam arti غائب الغيب   ( ghoibul ghuyyub ).
Maqomnya adalah  Maqom “ مقام السير( Maqom Sir ) atau rahasia semata-mata.
Pada martabat لا تعيان   (LATA’YAN) ini adalah berada di alam    اَحْدَهُ (akhdah) dan Dirinya adalah Diri sendiri dan syariatnya ialah pada lidah.

اله
( ILAHA )
Berawal  dari huruf   اله (Ilaha) itu terletak pada martabat sifat atau juga bisa dinamakan martabat لا تعين ا و ل   (LATA’YANawal) yaitu : Sabit Nyata Awal. Martabat ini juga pernah di panggil oleh ahli tasawuf sebagai martabat NOKTA satu. Diperingkat ini maqomnya adalah di Qolbu (  قلب) alam pada martabat ini adalah alam “                واحده” (wahdahu) dan diri pada martabat ini adalah diri TERDIRI dan itu juga hakikatnya pada QOLBU.


الا
( ILLA )
Adapun “ اِلاّ (illa) yaitu terletak pada “           اَسْمَاءْ  (asma’) ataupun kalimat ini bisa juga disebut sebagai martabat “لاَ تَعْيَا نْثَنِي (lata’yan tsany) yaitu Sabit Nyata Kedua dan martabat ini biasa diberi gelar sebagai martabat NOKTA DUA. Peringkat ini maqomnya terletak pada dzikir atau dzikrulloh dan alamnya adalah alam Wahdiyah, disamping itu juga perlu ditegaskan bahwa Diri pada martabat ini adalah Diri “تَجَلي ْ(Tajalli) dan Thorikotnya (Tarikatnya) adalah Dzikir atau Dzikruloh.

الله
( Alloh )
Berawal dari huruf “   الله” (Alloh) ini dinamakan sebagai martabat “ اَ فْعَلْ ” ( Af’al ) dan huruf ini bisa juga dinamakan martabat “   اَلِيْف” ( Alif ) dalam bahasa jawa Alif ini dinamakan sebagai sang tunggal atau yang satu, atau martabat “           اِنْشَانُ الْكَامِل” ( Insanul Kamil ) atau manusia sempurna maqomnya pada peringkat ini adalah maqom anggota rahasia atau Diri Rahasia.
Dan martabat ini terletak pada alam insan “ انسان” (Insan) jikalau Dirinya adalah Diri terperi “ديري ترفري ” (Diri Terperi) dan jika ma’rifatnya ialah terletak pada anggota rahasia batin manusia, para ahli tasawwuf atau Arifin Billah jawa menyebutkan martabat ini sebagai martabat MANUNGGALING KAWULO KELAWAN GUSTI .

HAKEKAT HURUF MUHAMAD مُحَمَّدْ

kepala
dada
Puser/perut
kaki
محمد   
                Adapun ucapan yang disebut Muhamad      محمد yaitu terdiri  dari empat unsur huruf  diantaranya : mim, kha’, mim, dhal              م ح م د” berawal dari huruf  Mim ( م )” yang pertama yaitu : Mengisyaratkan hakikatnya pada kepala kita. Dan huruf “kha’ ( ح )”    itu adalah mengisyaratkan pada hakikat dada. Dan huruf mim ( م ) “ yang kedua yaitu : mengisyaratkan pada hakikat puser / perut kita. Dan huruf “ DHAL “ ( د ) itu mengisyaratkan pada kaki kita, maka dari itu wahai anak cucuku sekalian ketahuilah  bahwasanya hakikat dari huruf “ MUHAMAD  ( محمد)itu  adalah hakikat Diri Dlohir atau badan kasar kita.

NAFAS
نَفََس
AMPAS
اَمْفَسْ
TANAFAS
تَنَفَا سْ
NUFUS
نُوفُوسْ
HAKIKAT HURUF ROSUL “ رسول 


رَسُوْل


Adapun yang dimaksud Hakikat dari ucapan huruf  Rosul  رَسُولْ“ itu  adalah Hakikatnya nyawa kita yang menjadi penyambung antara  Diri Rokhani dan Diri Jasmani.
                Berawal dari empat huruf : ro’, sin,wau,lam  ر س و ل    Adapun yang dinamakan huruf Ro’ ر itu Hakikatnya adalah pada; Nafas " نَفَس"kita,
Dan huruf “  sin( س )  itu adalah hakikat dari ampas(  اَمْفَس ) kita,  jika huruf “  wau “ ( و  ) itu hakikatnya adalah  tanafas “ (  تَنَفَاس ) kita. Dan huruf  lam “ (  ل ) itu adalah Hakikatnya “ nufus “ (  نُفُوسْ ) kita.
                Perlu ditegaskan disini bahwa.....?  nyawa itu dijadikan dari : “ johar basitho” (  جهار بَاسِطه ) dan ini terbagi menjadi empat tahap yakni:       
                    1- nafas                          (  نفاس )
                                                                                2- ampas                    (  امفاس)                
                                                                                3- tanafas                     (  تنفاس )
                                                                                4- nufus                    (  نفوس )
Jika sudah hilang nyawa diantara Rokhani dan Jasmani kita , maka seseorang itu akan mengalami apa yang disebut sebagai mati.
                Adapun hidupnya Nafas itu karena Ampas, hidup Ampas itu karena Tanafas, dan hidup Tanafas itu karena adanya Nufus, dan jika hidup nya Nufus itu dengan berdiri sendiri didalam rahasia ( سِر  ).
                Adapun letak nya nafas itu pada mulut, jika letak Ampas itu adalah pada hidung, letak tanafas itu ialah pada tengah-tengah diantara bagian dua telinga , dan letak nya Nufus itu pada Qolbu.
                Nafas itu letaknya di mulut karena: hanya dengan mulutlah kita bisa mengucapkan kalimat atau lafadz suatu pujian atau berdzikir, dan mulut ini tak kan mampu merasakan pahit manisnya suatu kata,kalimat atau lafadz pujian atau dzikiran , akan tetapi mulut ini dibekali dengan lidah yang tentunya agar bisa merasakan pahit dan manisnya suatu makanan dan minuman saja.
                Ampas itu letaknya pada hidung karena : hanya dengan hidunglah kita mampu menghantarkan suatu lafadz dan dzikir itu untuk menuju ke otak kita terus turun di antara bagian kedua telinga kita dan menuju ke dada kita sampai ke puser kita, akan tetapi Ampas ini takkan mampu merasakan nikmatnya lafadz atau Dzikir yang di bawanya bersamaan menuju sampai ke puser kita.
                Tanafas itu letaknya pada tengah-tengah bagian dari kedua telinga kita karena : hanya dengan bagian tengah diantara kedua telinga kitalah , maka kita akan mampu menyaring dan menghantarkan suatu kalimat ataupun lafadz , dzikir dan puji-pujian tersebut menuju ke Nur Aqli atau cahaya akal manusia dan hingga sampai ke Qolbu kita, dan tanafas ini takkan mampu bisa merasakan nikmat nya sebuah kalimat atau Dzikir jika tan pa adanya nufus.
                Nufus itu terletak pada Qolbu kita karena : hanya dengan Qolbulah kita ini bisa menghentikan rasa tentang sebuah kata atau kalimat dan Dzikir tersebut dan langsung seperti sistim otomatis maka Qololbu ini bisa merasakan pahit getir dan nikmat sampai dasyat nya sebuah  lafadz atau kalimat Dzikir yang dibawah  oleh nafas, ampas, tanafas tersebut,dan hingga mampu memancarkan suatu Nur Qolbu dan hingga terbentuklah Nurulloh .
 " قَلْبٌ الْمُعْمِنِينَ بَيْتُ اللهُ "
( qolbul mu’miniina baitulloh )
Yang artinya :  Qolbu ( hati ) orang-orang mu’min itu adalah istana Alloh.
Dan letak nya Qolbu itu pada jantung manusia, maka seseorang itu hendaklah menyucikan hatinya dengan ber dzikir, dan setelah berdzikir hendaklah berhenti sejenak , agar tubuh dlohir dan batin ini sekaligus bisa merasakan nikmatnya , dahsyatnya kalimat-kalimat dzikir yang kita lafadzkan , agar ketulan – ketulan darah kotor di ujung jantung kita akan hancur dan bersih suci dan agar bisa menerima sebuah signal  yang di pancarkan dari Asal muasalnya diri kita, berhenti sejenak dalam bahasa jawa disebut dengan Semedi / Patrap, atau Hening tanpa memikirkan sesuatu , hanya merasakan pergerakan nafas, ampas, tanafas, dan nufus kita.
                Maka sebaiknya tiap-tiap pergerakan Nafas, Ampas, Tanafas, dan Nufus itu selalu diiringi dengan Dzikir dan jangan sampai terputus kita berdzikir dalam waktu sehari semalam selama 24 jam dalam kehidupan kita sehari- hari. Jika Nafas, Ampas, Tanafas, dan Nueus ini selalu berdzikir maka….?  Ber arti manusia tersebut bisa dikatakan mati atau meninggal dan ia bisa diberi kafan dan di kubur , kalimat ini biasa disebut para ahli Taswwuf jawa sebagai : orang yang mati sajroning urip ,atau mati didalam hidup.
                Oleh sebab itulah perlu bagi setiap manusia yang ingin menuju ke jalan “ Ma’rifatulloh “ (  مَعْرِفَةُ الله ) hanya mengetahui dan mengenal ilmu Dzikir Nafas saja kita bisa dan mampu untuk menghancurkan ketulan darah hati yang di ujung jantung itu yang menjadi tempat Iblis bergantung, dan disitulah sebenar-benarnya istana iblis berada.
                Dan jika tanpa menghancurkan ketulan darah hati yang kotor tersebut maka , Nurulloh     (  نُرُالله )  tiada mungkin bisa memancarkan untuk member sinar Akal  (  نُرْ عَقْلِ ) dan  Iman “ (  اِماَنْ ) seseorang manusia tersebut.
          Ketahuilah bahwa sesungguhnya yang dinamakan “ Hati “ (  قَلْبُ ) itu adalah: “ nur “   (  نُرْ ) yang memancar dari bagian bawah jantung ( bagian muhamad “  محمد “ ) yang menju keatas kearah jantung bagian “ nurulloh “ (  نُرُ الله ) .
          Dan perlu kalian ketahui bahwa , yang dinamakan Dzikir nafas itu adalah : Ketika nafas keluar itu “ Alloh  (  الله ) itu Hakikat nya disebut “ jibril “ (  جِبرِيل ) ,dan ketika nafas masuk itu “ Hu “ (  هُو ) itu Hakikatnya “ umar “ (  عُمَار ) dan letak nya Dzikir nafas itu di mulut.
          Adapun yang dinamakan dengan dzikir ampas itu adalah : ketika keluar itu “ alloh “ (  الله ) dan ketika masuk itu adalah “  Hu “ (  هُوْ ) dan letak nya dzikir ampas ini pada hidung, dan Hakikatnya adalah  mika’il “ (  مِكَاءِيلْ ) dan letaknya dzikir ampas ini adalah di hidung.
                Adapun yang dinamakan dzikir “ tanafas “ (  تَنَفَاسْ ) Itu adalah tetap diam dengan “ Alloh ….Hu “ (  الله~~~هُوْ ) dan ini dinamakan dengan Hakikat “ Isrofil “ (  اِسْرَا فِيل ) dan dzikir Tanafas ini terletak pada tengah-tengah diantara kedua telinga kita
          Dan yang dinamakan dzikir Nufus adalah : ketika ia naik atau masuk itu “  Alloh “ (  الله ) dan ketika keluar itu “hu “ (  هُوْ ) Diri Nufus ini terkenal dengan sebutan “ Utsman “ (  عُثْمَانْ ) dan para ahli Tasawwuf lebih banyak menyebutnya “ ali “ (  عَلِي ) dan dzikir Nufus ini terletak didalam jantung.
          Adapun yang dinamakan dengan “ Akal “ (  عَقَلْ ) dalam pengkajian ini adalah..? salah satu buah fikiran yang dipancarkan oleh  Nur “ (  نُرْ ) dari sudut Qolbu dan yang datang dan menghasilkan suatu keyakinan yang mutlak .   Yang berawal dari suatu keyakinan terhadap suatu perkara-perkara terutama suatu perkara yang tidak mungkin bisa diterima oleh  pemikiran otak manusia , misalnya perkara-perkara yang Gho’ib yang ianya hanya bisa diterima oleh panca indera batin yang bernama “ nur” (  نُرْ )  yang memancar didalam jantung seseorang tersebut.
                Nur Qolbu (  نُرُ الْقَلْبٌ ) itu bisa saja di ibaratkan seperti penghantar listrik yang dapat menghasilkan suatu daya tegangan dengan baik . dan Current / jantung seseorang yang sudah menerima “ Nur  Qolbu“ (  نُرُ الْقَلْبٌ ) ini sangat – sangat lah bisa dialih fungsikan dengan berbagai macam bentuk  kata sandang dll didalam kehidupannya sehari-hari.

dzat
ذَاتْ
‘af’al
اَفْعْالْ
‘Asma’
اَسْماَءْ
Sifat
صِفَاتْ
الله
               
Adapun lafadz atau ucapan “ Alloh “ (  الله ) itu adalah mengandung dari empat unsur huruf yakni : “  alif , lam, lam, hak “ (  ا ل ل ه) berawal dari huruf “ alif “ (  ا ) itu mengisyaratkan pada Dzat, jika huruf “ lam yang pertama “ (  ل ) itu adalah mengisyarat kan pada hakikat “ sifat “ (  صِفَات ) . jika huruf  lam yang kedua “ (  ل ) itu hakikatnya adalah “ Asma’ “ (  اَسْمَاءْ ) . Dan huruf “ hu “ (   هُوْ) itu hakikatnya “ ‘af’al “ (  اَفْعَاَلْ ) dan sesungguhnya ; “ Alloh  “ (  الله ) itu hakikatnya adalah Diri Rokhani kita atau badan halus kita.
Ia  lah  hakikat tubuh Rokhani kita ini yang ada permulaan akan tetapi tiada kesudahan , dan Ia tak kan pernah kenal atau mengalami apa yang disebut maut atau mati,Ia akan tetap hidup untuk selama-lamanya dan inilah yang dinamakan oleh para Tasawwuf arifinbillah dengan sebutan “ diri terperi “ (  د يري ترفري ).
قلبي
نور
nur
علم
ilmu
وجود
wujud
اسلام
islam
توحيد
tauhid
ايمان
iman
معرفة
Ma’rifat
شهود
syuhud
Dan ketahuilah wahai anak  cucuku dan para Santri sekalian , bahwa sesungguhnya Diri Rokhani kita ini bisa menghasilkan Sembilan ( 9 ) wajah,  dan wajah – wajah ini dimiliki oleh mereka yang Ma’rifat lagi Mursyid.



                                                                                         PADEPOKAN
                               SUKSMO DJAGAD MANUNGGAL DJATI
                        GUS MADJIT / KI AGENG SELO